Tags
Gubernur Pertama di Indonesia
Content Language : Indonesian
Buku ini membahas peranan delapan gubernur pertama Republik Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan. Mereka adalah Teuku Mohammad Hasan (Sumatra), Soetardjo Kartohadikoesoemo (Jawa Barat), Raden Pandji Soeroso (Jawa Tengah), Raden Mas Soerjo (Jawa Timur), Pangeran M. Noor (Kalimantan), I Gusti Ketut Pudja (Sunda Kecil), G.S.S.J Ratulangi (Sulawesi) dan Johannes Latuharhary (Maluku).
Buku ini beranjak dari suatu gagasan untuk melihat kiprah para Gubernur sebagai pemimpin daerah di tengah kecamuk revolusi yang hendak meletakkan dasar yang sehat bagi negara Indonesia merdeka. Para Gubernur ini menghadapi beragam persoalan dengan segala kompleksitas daerah masing-masing. Mereka tidak hanya dituntut untuk melawan kepentingan Belanda yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya dan memperjuangkan kepentingan bangsa Indonesia mempertahankan proklamasi kemerdekaan. Mereka juga mesti berhadapan dengan otoritas regional yang saling berkontestasi dan berebut pengaruh. Para Gubernur pertama ini secara nyata menghadapi penetrasi NICA di berbagai tempat di seluruh Nusantara. Bahkan, tidak jarang juga mereka menghadapi penolakan-penolakan dari kelompok sosial tertentu yang masih menginginkan kehadiran Belanda. Membaca kiprah gubernur-gubernur pertama dengan segala persoalan yang dihadapinya, dan sejumlah gagasan untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, menyadarkan kita betapa periode ini dipenuhi tantangan dan rintangan. Menjadi Gubernur pada periode revolusi berarti siap-sedia merelakan kehidupan pribadi, mengorbankan jiwa dan raga untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan permenungan bagi kita semua serta generasi muda bahwa dalam sejarah Indonesia, pemimpin yang berkarakter dapat lahir dari situasi yang sulit, penuh tantangan dan rintangan.
Buku ini juga tersedia dalam versi online dan dapat diunduh melalui tautan berikut: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/sejarah/index.php?p=show_detail&id=679&keywords=gubernur
